Hamil di luar nikah
Hamil di luar nikah

Remaja hamil di luar nikah sangat lumrah di Barat. Tetapi sebuah fenomena muncul, bersamaan kehadiran media sosial seperti facebook jumlah kehamilan di kalangan remaja telah terpangkas separuh hanya dalam delapan tahun.

Angka remaja hamil bawah usia 18 tahun sekarang jatuh ke rekor terendah bersamaan munculnya apa yang disebut ‘generasi masuk akal’, di mana remaja mulai berpaling dari merokok, minum minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan.

Penurunan angka ini dirilis kemarin, bertepatan dengan munculnya media sosial, seperti Facebook, Twitter dan Instagram, yang menurut para ahli telah mengubah perilaku anak-anak muda.

Hanya 21 anak cewek dalam 1.000 yang berusia antara 15 dan 17 tahun hamil pada tahun 2015 – angka ini setengah dari 42 dalam 1.000 yang tercatat pada tahun 2007.

Ada lagi penurunan serupa di kalangan anak cewek di bawah-16, angka hamil bagi yang berusia 13 sampai 15 tahun turun dari 8,1 dalam 1.000 menjadi 3,1 pada periode yang sama.

Kantor Statistik Nasional Inggris, yang menerbitkan angka tersebut, mengatakan bahwa peningkatan program pendidikan seks dan akses yang lebih baik ke kontrasepsi merupakan salah satu faktor yang bisa memberikan kontribusi terhadap penurunan kehamilan di kalangan remaja.

Laporan itu juga menambahkan adanya pergeseran aspirasi remaja terhadap pendidikan dan stigma yang melekat pada kehamilan di usia remaja bisa jadi telah mengubah perilaku seksual mereka.

Jumlah keseluruhan kehamilan remaja di Barat seperti di Inggris dan Wales untuk tahun 2015 adalah 20.351 – ini angka terendah sejak pencatatan dimulai pada tahun 1969 – turun dari 22.653 di tahun 2014.

Di Barat, anak-anak sekolah disediakan apa yang disebut pil pagi hari. Lembaga National Institute for Health and Care Excellence pada tahun 2014 membuat kebijakan anak sekolah harus disediakan pada pagi hari pil gratis, termasuk mereka yang di bawah usia.

Pil pencegah kehamilan ini tujuannya untuk memotong jumlah kehamilan yang tidak diinginkan. Pada tahun 2001, pemerintah Perdana Menteri Tony Blair telah membuat pil pagi tersedia bagi siapa pun yang berusia lebih dari 16 tahun.

Profesor David Paton, dari Nottingham University, menyambut baik fenomena penurunan angka remaja hamil tersebut, meskipun ada pengurangan baru-baru ini oleh otoritas lokal untuk layanan obat kontrasepsi.

Tingkat kehamilan remaja juga sudah turun sangat signifikan di sebagian besar negara-negara barat termasuk Irlandia di mana kontrasepsi bagi anak-anak di bawah umur jauh lebih sulit untuk didapat daripada di Inggris.

Akar penyebab penurunan ini tampaknya lebih umum dalam hal perilaku menghadapi risiko di antara gadis-gadis ini.

David Paton menambahkan: “Ada sesuatu tampaknya yang menjadi penyebab remaja memilih mengambil risiko yang lebih sedikit dengan seks, narkoba dan alkohol sejak sekitar tahun 2008. Mengingat hadirnya media sosial semakin penting sangat cepat dari waktu yang sama.”

Dia menegaskan dua fenomena ini dapat dihubungkan dalam beberapa sisi. (*)

2 COMMENTS

  1. Di indonesia tingkat kehamilan pada remaja juga tinggi,solusi pil pagi itu juga bagus diterapkan di Indonesia untuk memangkas kehamilan remaja…

LEAVE A REPLY