Pregabalin
Pregabalin

Pregabalin – yang awalnya dipasarkan sebagai Lyrica oleh perusahaan raksasa farmasi Pfizer – kegunaannya selama ini ternyata tidak lebih baik daripada sebuah pil imitasi atau plasebo. Jutaan penderita sakit punggung sedang diresepkan obat yang, anehnya, tidak berfungsi apapun malah dapat meringankan penyakit mereka. Ini kata sebuah penemuan baru!

Bahkan, pregabalin menimbulkan hampir dua kali lebih banyak efek samping.

Temuan yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine, berikut dengan penelitian lebih dari dua tahun yang lalu dengan hasil yang sama.

Pregabalin adalah obat yang paling banyak diresepkan dokter untuk ‘neuropatik’, atau saraf, nyeri menyeluruh.

Penjualan pil ini di seluruh dunia telah membengkak sampai $5 miliar per tahun sejak tahun 2004.

Pregabalin umumnya digunakan untuk mengobati sindrom kronis nyeri punggung bawah seperti stenosis tulang belakang lumbar – yang merupakan alasan atau penyebab utama yang menyebabkan orang tua menjalani operasi tulang belakang.

Penyakit ini menyebabkan nyeri, kesemutan, dan mati rasa di punggung bawah, bokong dan kaki. Gejala-gejala ini sering disebut sciatica.

Profesor Christine Lin, dari The George Institute for Global Health di Australia, mengatakan: “Kami telah melihat peningkatan besar dalam jumlah resep yang ditulis setiap tahun untuk pasien yang menderita linu panggul.”

“Kondisi ini sangat menyakitkan dan melumpuhkan sehingga tak heran orang-orang yang putus asa ini butuh bantuan dan obat-obatan seperti pregabalin, sehinga ia banyak diresepkan dokter,” katanya.

Tapi, sampai sekarang belum ada bukti akurat untuk membantu pasien dan dokter menjadi tahu apakah pregabalin bekerja baik mengobati linu panggul.

“Hasil kami menunjukkan pengobatan dengan pregabalin tidak menghilangkan rasa sakit – tapi menyebabkan efek samping seperti pusing,” ujarnya.

Efek samping lain termasuk sakit kepala dan merasa mengantuk – penglihatan bahkan jadi kabur atau ganda. Koordinasi dan keseimbangan masalah juga dapat terjadi – bersama dengan kenaikan berat badan.

Sciatica disebabkan oleh iritasi saraf sciatic – saraf terpanjang dalam tubuh membentang dari belakang panggul melalui bokong dan turun ke kedua kaki sampai ujungnya.

Ini biasanya terjadi ketika salah satu cakram meredam goncangan berada di antara tulang-tulang tonjolan – atau ‘tergelincir’ – dan kemudian menekan pada saraf.

Pada satu waktu sekitar 12 persen dari populasi dunia menderita nyeri punggung. Diperkirakan satu dalam sepuluh mengalami linu panggul.

Para peneliti mengatakan, mereka melakukan penelitian karena mereka semakin khawatir tentang kenaikan penggunaan pregabalin, karena data yang terbatas pada efektivitasnya dan kekhawatiran atas keamanan obat tersebut.

Sebanyak 209 pasien di Australia penderita linu panggul menerima baik pregabalin atau pil plasebo.

Setelah delapan minggu tidak ada perbedaan yang signifikan dalam intensitas nyeri antara kedua kelompok ini, penggunaan pregabalin dan pil imitasi. Selama satu tahun jumlah bolos kerja juga hampir sama.

Meskipun temuan hampir dua pertiga dari pasien dalam penelitian tersebut dilaporkan menjadi sangat puas atau puas dengan obat mereka.

Salah satu kemungkinan efek samping yang serius adalah pikiran atau tindakan bunuh diri. Pregabalin penyebab sejumlah kondisi yang menyakitkan yang mencakup nyeri saraf.

Meskipun temuan hampir dua pertiga dari responden dilaporkan sangat puas atau puas dengan terapi obat mereka.

Profesor Lin mengatakan: ‘Selama delapan minggu tingkat pasien yang mengalami penurunan nyeri sebanding dengan di antara mereka yang menggunakan pregabalin dan mereka yang menggunakan plasebo.”

Tampaknya orang mengasosiasikan turunnya rasa sakit disebabkan konsumsi obat tersebut – bukan sesuatu yang terjadi secara alami dari waktu ke waktu.

Dokter yang meresepkan pregabalin harus mencatat temuan ini dan mengemukakan pada pasien mereka tentang cara-cara lain untuk mengelola dan mencegah rasa sakit.

“Sayangnya tidak bukti obat ini bekerja baik pada penderita linu panggul dan bahkan suntikan epidural hanya memberikan manfaat kecil dalam jangka pendek,” ujarnya.

Apa yang kita tahu adalah bahwa kebanyakan orang dengan linu panggul akhirnya sembuh sejalan waktu. Karena itu juga penting bagi mereka untuk menghindari istirahat dan tetap seaktif mungkin.

Tim peneliti tidak menemukan peningkatan risiko merugikan pada penderita. Tapi adanya terdeteksi risiko bunuh diri menyebabkan dokter disarankan untuk berhati-hati ketika meresepkan pregabalin.

Pregabalin dikenal sebagai ‘bud’ atau ‘Budweisers’ oleh pengguna remaja karena membuat mereka merasakan rasa yang sama seperti jika mereka mabuk. Karena itu dikaitkan dengan serangkaian kematian di Inggris sejak 2012.

Diyakini lebih dari tiga juta orang setahun mengkonsumsinya di Inggris.

Pada Desember 2014 sebuah studi oleh peneliti AS menemukan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat nyeri punggung yang dialami oleh orang-orang mengkonsumsi obat ini dan mereka yang menggunakan plasebo saat berjalan di treadmill. (y)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY