Pengobatan jerawat yang efektif yakni cara pengobatan jerawat baru sudah lama dinanti-nantikan oleh banyak remaja.

Ini kabar gembira bagi remaja yang kehidupannya terganggu oleh jerawat – sebuah tetapi penobatan jerawat baru sudah ada di ambang pintu..

Para ilmuwan saat ini tengah bekerja mengembangkan suatu vaksin yang diyakini nanti akan menjadi akhir dari kondisi umum para penderita jerawat.

Meskipun sudah lama bingung dengan apa yang menyebabkan bintik-bintik yang mengganggu pada wajah para remaja, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi tersebut mungkin disebabkan oleh bakteri pada wajah.

Vaksin ini akan berpotensi memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran jerawat di wajah bahkan sebelum terbentuk.

Namun, suntikan vaksin ini masih perlu diuji pada pasien sebelum dapat dianggap sebagai pengobatan yang potensial.

Saat ini, para ahli dari University of California, San Diego, tengah berupaya pada proses biopsi.

Penulis utama penelitian ini Eric Huang mengatakan kepada Allure: “Jerawat disebabkan, sebagian, oleh P. acnes, bakteri yang ada pada manusia sepanjang usia kita.”

“Kami tidak bisa membuat vaksin bagi bakteri ini karena, dalam beberapa hal, P. acnes baik untuk manusia. Tapi kami menemukan antibodi untuk protein beracun yang yang dihasilkan oleh P. acnes pada kulit. Protein ini ada hubungan dengan peradangan yang mengarah ke pembentukan jerawat,” terangnya.

Jerawat, yang mempengaruhi sekitar 80 persen dari orang berusia antara 11 sampai 30 tahun, menyebabkan bintik-bintik dan kulit berminyak.

Tetapi paling umum terjadi pada anak perempuan dari usia 14 sampai 17 tahun, dan anak laki-laki antara 16 sampai 19 tahun.

Kondisi ini cenderung dengan sendirinya akan menghilang, kebanyakan disebabkan bertambahnya usia, jerawat sering menghilang sepenuhnya ketika seseorang melewati pertengahan usia dua puluhan mereka.

Namun, dapat terus – dan bahkan mulai – dalam kehidupan dewasa dalam beberapa kasus.

Sekitar lima persen perempuan dan satu persen dari pria di atas usia 25 tahun menderita bintik-bintik dan kulit berminyak.

Perempuan cenderung mendapatkan jerawat di usia dewasa lebih sering daripada pria karena perubahan kadar hormon menyebabkan ketidakseimbangan, demikian dikatakan dermatologists.

Kabar tentang vaksin ini muncul setelah para ilmuwan menemukan tahun lalu bahwa jika kita memiliki pola makan yang buruk dapat menyebabkan wabah ini tumbuh subur di masa dewasa.

Peneliti Italia menemukan bahwa perempuan sangat rentan terhadap efek ini jika mereka menghindari makan buah dan sayuran. (*)

LEAVE A REPLY