Masa pubertas pada anak laki-laki
Masa pubertas pada anak laki-laki

Masa pubertas pada anak laki-laki bisa lebih awal akibat paparan pestisida. Sebuah penelitian terbaru yang menemukan fakta yang mengejutkan.

Para ilmuwan mengatakan anak laki-laki yang mengalami peningkatan jumlah 10 persen dari bahan kimia dalam tubuh mereka 110 persen lebih mungkin berada di stadium lanjut pubertas.

Karena pestisida dapat meningkatkan kadar hormon yang memacu produksi testosteron.

Penelitian ini sebelumnya telah menunjukkan bahwa pubertas lebih dini meningkatkan risiko penyakit di masa dewasa, seperti kanker testis pada pria dan kanker payudara pada wanita.

Pubertas dini juga dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan masalah perilaku.

Para peneliti di Zhejang University, di Hangzhou, Cina, menunjuk jenis pestisida yang disebut piretroid menyumbang lebih dari 30 persen dari penggunaan insektisida global.

Piretroid digunakan di dalam ruangan dan luar ruangan untuk membunuh nyamuk dan serangga lainnya, dan disemprotkan pada tanaman. Manusia yang paling mungkin terkena paparannya adalah makanan dan digunakan di rumah.

“Residu pestisida ini sering ditemukan dalam sayuran, susu dan makanan bayi,’ kata pemimpin penelitian tersebut, Dr Jing Liu, seorang profesor di Universitas Zhejiang.

Bukti paparan dengan bahan kimia itu baru-baru ini muncul dalam urin manusia sebagai metabolit, atau molekul, yang disebut asam 3-phenoxybenzoic (3-PBA).

Metabolit ini dikenal menjadi kimia pengganggu-endokrin yang memengaruhi hormon tubuh.

Para peneliti mempelajari lebih dari 460 anak laki-laki Cina antara usia 9 dan 16.

Mereka menemukan bahwa peningkatan 10 persen 3-PBA ada hubungannya dengan peningkatan empat persen hormon luteinizing (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) pada anak laki-laki.

Kedua hormon ini memacu produksi testosteron pada laki-laki.

Setelah peningkatan kadar 3-PBA dalam urin meningkatkan kemungkinan seorang anak berada di stadium lanjut dari perkembangan alat kelamin antara 73 dan 110 persen.

Rata-rata, anak laki-laki dewasa menjadi dewasa antara usia sembilan dan 14 tahun, menurut Hormone Health Network.

Para ahli meyakini bahwa banyak faktor, termasuk racun lingkungan, sangat bertanggung jawab atas kecenderungan dari anak perempuan dan laki akan melalui masa pubertas lebih awal.

“Kami mengakui piretroid sebagai kontributor lingkungan yang baru dengan tren yang diamati menuju kedewasaan seksual lebih dini pada anak laki-laki,” kata Dr Liu.

Namun, para peneliti belum bisa menjelaskan bagaimana anak laki-laki lebih sering terkena atau bagaimana mereka dapat menghindari paparan tingkat tinggi dari pestisida.

Karena sulit untuk menguji penyebab faktor risiko lingkungan pada manusia, para peneliti menggunakan hewan untuk mengidentifikasi bagaimana piretroid mengubah waktu pubertas.

Mereka memberi tikus jantan zat cypermethrin, insektisida piretroid yang banyak digunakan, dengan kadar yang banyak ditemukan pada manusia – dan mengamati onset percepatan pubertas.

Dr Liu mengatakan cypermethrin memiliki efek langsung dengan menginduksi pembentukan testosteron dan mengganggu proses intraseluler yang sangat penting untuk perkembangan seksual laki-laki.

“Ini adalah studi pertama yang memberikan bukti bahwa paparan lingkungan terhadap piretroid … dikaitkan dengan efek terukur pada perkembangan pubertas laki-laki,” katanya.

“Mengingat meningkatnya penggunaan insektisida piretroid, kita harus hati-hati terhadap bahan kimia ini karena risiko mereka atas kesehatan anak-anak,” tegasnya. (*)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY