Pernah melihat daging manusia berubah jadi batu? Pernah nonton film kartun Fantastic Four? Salah satu personil dalam film tersebut bisa berubah menjadi manusia batu.

Dalam kehidupan nyata, seorang anak asal Bangladesh perlahan-lahan bagian-bagian tertentu tubuhnya berubah menjadi batu. Sehingga ia menarik perhatian media internasional. Video tentang dirinya kemudian menjadi viral dalam waktu singkat.

Mehdi Hassan, 8 tahun, menderita kondisi kulit langka yang membuat seluruh tubuhnya ditutupi lapisan kulit tebal yang gatal.

Hal itu membuatnya sangat sulit untuk berjalan atau bahkan menyentuh apa pun. Ia akhirnya hanya mengurung diri.

Setelah cerita tentang Mehdi menjadi sorotan media internasional awal tahun ini, sebuah badan amal mensponsori pengobatannya.

Para ahli medis mengatakan kondisi penyaki Mehdi tidak ada obatnya. Saat ini, ia tengah menjalani terapi obat.

Ibunya, Jahanara Begum, mengatakan: “Setelah berita itu tersiar, orang-orang dari badan amal mendatangi kami untuk perawatan membawa anak saya ke rumah sakit.”

Banyak akhirnya masyarakat memberikan dukungan pengobatan bagi Mehdi. “Mereka membayar untuk pengobatannya. Rasanya indah untuk melihat Mehdi bisa sembuh,” kata Jahanara.

Bantuan dari badan amal lokal Save Lives membantu keluarga Mehdi, yang tinggal di sebuah desa terpencil, dan mendanai perawatannya di sebuah lembaga medis terkemuka.

Kondisi ini menyakitkan bagi bocah delapan tahun itu. Di rumah sakit, dokter mendiagnosis dia dengan kelainan kulit yang langka yang disebut epidermolitik hiperkeratosis.

Meskipun tak ada obatnya, Mehdi diberi pengobatan yang meliputi pemberian vitamin dan dengan teratur menerapkan pelembab untuk kulit.

Sejak ditangani Februari tahun ini, Mehdi tidak hanya mulai bisa bermain dengan mainan favoritnya tetapi juga sudah bisa makan dengan tangannya sendiri.

Jahanara berharap kondisi Mehdi bisa terus pulih sehingga akan membantu dia untuk diterima oleh masyarakat kembali, dapat bersekolah dengan anak-anak lainnya.

“Anak-anak membully dan membenci dia. Orang melihat jijik dan kotor kepadanya dengan kondisinya itu. Setiap kali dia keluar rumah, penduduk desa menjadi takut dan mengatakan hal-hal buruk padanya,” kata Jahanara.

Dr Rashid Ahmed, kepala departemen kulit di Dhaka Medical College mengatakan: “Pengobatan ini memerlukan jangka panjang dan akan terus selama setidaknya empat tahun. Kami puas dengan kondisinya sejauh ini dan berharap akan benar-benar menyembuhkannya satu hari.”

Apakah Epidermolitik Hiperkeratosis?

Epidermolitik hiperkeratosis diderita sekitar 200.000 sampai 300.000 orang di seluruh dunia. Penyakit tersebut menyebabkan penggumpalan filamen keratin di kulit yang menyebabkan kulit merah dan lecet parah.

Bayi yang baru lahir dengan gangguan kekurangan perlindungan yang diberikan oleh kulit normal ini, akan membuat mereka memiliki risiko dehidrasi dan infeksi.

Sejalan usia pasien, gejala biasanya membaik. Belum ada obat untuk kondisi ini, maka pengobatan berfokus pada melembabkan kulit dan fisioterapi untuk meningkatkan gerakan.

Obat vitamin A oral sering digunakan untuk mengatasinya dengan hasil yang bervariasi.

Sumber: Genetics Home Reference

6 COMMENTS

  1. Di Bangladesh ada manusia bagi,di Indonesia ada manusia kayu, seorang ibu2 di Solo mendarita penyakit aneh yg semua badannya tidak bisa di gerakkan sendi2nya sehingga ibu itu di juluki dengan manusia kayu. Sekarang ibu itu lagi proses pengobatan di RS setempat. Semoga penyakit aneh itu bisa di sembuhkan…aamiin

  2. Innalillah…semua yang terjadi adalah kehendak Allah, dan Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang semoga Mehdi dan keluarganya sabar dan ikhlas menghadapinya dan semoga para peneliti berhasil menemukan obat Epidermolitik Hiperkeratosis ini..

  3. Semoga bocah tersebut bisa di obati dan cepat di atasi oleh RS setempat…,itu pelajaran untuk kita semua klo kebersihan dan kesehatan itu penting…

LEAVE A REPLY